3 Hal yang Menarik di Hari Pertama #FesTIK2016

MANTAB! Saya suka neh materinya, Sangat Menginspirasi!

Begitulah kira-kira kalimat yang menggambarkan ungkapan rasa yang Saya alami saat mengikuti rangkaian kegiatan festik2016 di Jogja pada hari pertama ini. Mengapa Saya merasa exited?

Festik (Festival TIK) tahun 2016 ini mengangkat tema Can Do RI, yang artinya “Apa yang dapat kita berikan kepada Republik Indonesia ini?” diadakan di Kota Gudeg, Kota Istimewa yang terkenal sebagai Kota Pelajar dan keramah-tamahannya menjadi daya tarik sendiri bagi Peserta khususnya dari luar Yogyakarta. Rangkaian Acara ini dipersembahkan oleh Relawan TIK Indonesia yang didukung oleh Kemkominfo, Kantor Staff Kepresidenan, KemenkoPMK, PemPROV DI Yogyakarta, Diskominfo DIY dan Agen Perubahan Informatika.

festik05

FesTIK ini diadakan setiap tahun dan sekarang adalah kali ke-6 setelah 2015 kemaren diadakan di Sabuga Bandung. Acara yang dihadiri oleh Relawan TIK dari seluruh Nusantara dan Masyarakat pemerhati teknologi informasi jogja dan sekitarnya ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 16-17 September 2016 di Grhatama Pustaka, jl. Janti Bantul.

Tidak jauh beda konsep acara Festik 2016 dengan sebelumnya yaitu berbagi informasi dan ilmu pengetahuan IT dari bermacam-macan nara sumber dalam bentuk seminar dan whorkshop. Ada 7 Seminar Nasional, 28 kelas workshop pararel dari 50 lebih narasumber, Pameran Inovasi TIK, 100 Sertifikasi Relawan TIK DI, Lomba Blog dan juga diadakan Munas (Musyawarah Nasional) terkait dengan kepengurusan relawan TIK yang berada dibawah kominfo untuk kegiatan 5 tahun yang akan datang.

Apa yang menarik dari FesTIK 2016

MATERI. Yap materi Seminar Nasional! Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi Saya bisa mengikuti rangakain seminar dan workshop di festik 2016 ini.

1. Mengetahui cara menumpulkan pisau untuk bunuh Diri

Semakim menjamurnya web dan blog di dunia maya tentunya kita musti jeli dengan apa yg disampaikan disetiap konten yang di publikasikan, apa konten itu mengandung muatan positif artinya baik untuk kemajuan atau muatan negatif yang bisa merusak moral bangsa. Memfilter web negatif tentunya menjadi suatu kerjaan yang tidaklah mudah, bagai 1 lawan sejuta. Mati 1 web, tumbuh 1 juta web. Bakalan capek!

Baca juga  Saya Temukan Cara Terbaik menghemat Biaya Akomodasi Berlibur ke Singapura
festik01
Suasana Seminar Nasional

Solusi yang bisa digunakan adalah membentuk sistem kebalikannya, yaitu whitelist. Hanya web-web tertentu saja yang diperbolehkan diakses, web ini sudah difilter oleh ahli-nya apakah cocok dan apakah baik bagi pengaksesnya.

Sistem whitelist ini dijelaskan oleh Bapak Bambang dari Kominfo saat Seminar Nasional Internet CAKAP. Dimana sistem whitelist ini sudah dilaunching dan diterapkan pada institusi pendidikan, SD, SMP dan SMA di Nusantara. Mereka sudah memastikan web-web yang boleh diakses sesuai dengan umur pengaksesnya. Whitelist adalah revolusi solusi dari solusi yang ada sebelumnya, cara lain untuk menumpulkan ‘pisau’ agar web negatif tidak bisa diakses.

2. Memacu otak untuk berfikir bagaimana memajukan TIK di Daerah

Kesempatan lain yaitu mengikuti Seminar Nasional Sistem Informasi Desa dan Keterbukaan Pemerintah yang salah satunya diisi oleh Bapak Junaedi Bupati Pemalang. Dalam presentasinya diceritakan tentag SIDEKEM-nya, yaitu Sistem Informasi Desa yang mereka gunakan dan ntegrasikan di desa-desa Pemalang untuk memudahkan administrasi dan cepat memperoleh informasi.

SIDEKEM, kata dekem yang diambil dari makanan khas Pemalang ini merupakan sistem yang dibuat guna membantu program PUSPINDES (Pusat Informasi Desa) yang diantaranya adalah Pembuatan dan Pengembangan sistem aplikasi SID, Pelatihan dan peningkatan kapasitas keahlian di bidang TIK bagi perangkat Desa.

Dihadirkan juga kader pemberdayaan masyarakat di dalam seminar tersebut dan membuat peserta yang hadir merasa kagum dengan kepemimpinan Pak Bupati Pemalang ini. Dan kabarnya saat ini sudah terdaftar lebih dari 200 anggota relawan TIK disana. Yang perlu digaris bawahi bahwa untuk memajukan sebuah daerah dalam bidang Teknologi Informasi perlu adanya kerjasama antara pemerintahan dan masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap perkembangan jaman dimana teknologi informasi menjadi salah satu tonggak kemajuan daerah.

Baca juga  Arif Wahyu di #BN2013 Jogja Istimewa
festik02
Presntasi SIDEKEM oleh Pak Bupati Pemalang, Junaedi

Motivasi awal Pak Bupati adalah bagaimana caranya Pemalang terkenal oleh Nusantara, karena Pemalang itu daerah yang berada di tengah pulau jawa, dilewati para pemudik yang datang dan pulang dari timur dan selatan jawa, tetapi jarang sekali yang tahu keberadaan kota ini. Pak Bupati menjelaskan bahwa pengguna jalan itu melewati jalan Pemalang yang berada di pinggir kota, tidak melewati kota Pemalagnya, tentu kesannya mereka tidak mengetahui seberapa menariknya Pemalang ini. Dan pada akhirnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (baca: Internet) dipilih sebagai solusi untuk mengenalkan Pemalang kepada Nusantara.

Sebagai warga Magelang, lantas saya berfikir, Apakah untuk memajukan TIK suatu daerah harus punya motivasi yang jelas?

Lalu Bagaimana dengan Magelang, motivasi apa yang perlu digali?

Perlukan Revolusi Mental untuk menyadarkan betapa pentingnya TIK untuk kemajuan Magelang?

3. Merasa Lebih Hebat dan Percaya Diri melakukan Revolusi Mental TIK

Materi dari pakar antropoligi ini, membuka pemikiran bahwa kita ini hebat, kita bisa mengubah dunia dengan pemikiran yang luar biasa. Mengubah lingkungan karena perubahan jaman dari masyarakat bisa menjadi mayarakat informasi adalah sebuah revolusi mental yang dahsyat. Mentransfer ilmu TI kepada masyarkat awam itu perjuangan yang membutuhkan proses dan komitmen. Dengan perubahan itu bangsa indoneisa ini akan jauh lebih hebat dengan negara besar di luar sana. Potensi masyarakat sangatlah besar, tinggal bagaimana kita menggalinya. Pasti kita Hebat!

festik03
Pemaparan tentang Revolusi Mental

Video Serunya FesTIK 2016

Mari kita melakukan perubahan TIK untuk bangsa Indonesia bersama Disominfo dan Relawan TIK!

–update–

Tulisan ini menjadi yang nomer 1 di lomba ngeblog #blogfestik #festik2016 #candori 17 September 2016

Artikel Keren lainnya...

10 thoughts on “3 Hal yang Menarik di Hari Pertama #FesTIK2016”

    1. Semoga catatan diatas minimal menjadi bahan pemikiran, bahan inspirasi dan contoh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di pemerintahan.

  1. Selamat ya mas, atas terpilihnya postingan ini menjadi no.1 di lomba Ngeblog #Festik2016 👍

    Seminarnya memang keren2, pematerinya juga. Sayang cuma bisa ikut sehari. Padahal yang di tunggu-tunggu pas sesinya Budiman Sudjatmiko. Eh, ngisi materi di hari kedua 😁

    1. Terimakasih Mas, semoga bisa istikomah menulis.. 🙂

      Walah, iya iku di hari kedua, aku saja nggak ngikut seminarnya, masuk ke umkm yg ngisi dari disperindag..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *