Cara Mudah Touring Ke-Luar Negeri Tanpa Bisa Ngomong Inggris

“Saya ragu dengan keputusan untuk bermimpi mengelilingi dunia? Gimana tidak, sampai sekarang pun ngomong Inggris aja masih belepotan nggak jelas.”

Nanum Saya selalu memegang prinsip, jika kita bermimpi maka jaga terus mimpi itu, ciptakan kemungkinan-kemunginan, ciptakan harapan-harapan sebisa kita, niscaya mimpi itu akan terwujud tanpa menyadarinya. Keliling dunia itu butuh bisa berbicara bahasa internasional alias bahasa inggris. Usaha saya untuk meningkatkan keterampilan berbicara inggris sudah memulainya dari mempelajari buku-buku bahasa inggris, mengikuti kursus online, belajar melalui aplikasi android, membaca buku-buku inggris, menonton film bahasa inggris dan banyak lagi. Usaha itu ternyata belum cukup untuk membayar agar saya bisa bericara bahasa inggris.

Bukan soal berbicara bahasa Inggris lagi, tapi yakinlah bahwa keliling dunia itu dapat kita dimulai dari niat. Yak. Terbukti dengan niat yang sungguh-sungguh, satu minggu kemaren saya bisa berwisata keluar Negeri, 3 negara sekaligus. Gimana caranya?

Kita belajar membaca, menulis, menghitung, pastinya belajar dasarnya dulu bukan? Belajar membaca huruf dan angka dulu, belajar merangkai kata, dan seterusnya sampai kita fasih membaca dan menghitung. Begitu juga dengan impian berkeliling dunia, kita tidak perlu muluk-muluk dulu mau main ke kutub utara kalau memang belum bisa berbicara bahasa orang eskimo. Tapi bisa dimulai dari mengunjungi negara-negara yang sekiranya mampu memahami bahasa kita alias bahasa indonesia. Apa? Yak, melayu, meski kalau kita pelajari lebih dalam bahasa ini banyak perbedaan, kayak rumah bersalin disana nyebutnya rumah korban lelaki. Secara umum bahasa melayu mirip dengan bahasa Indonesia.

Jadi sudah paham sekarang? Kita bisa kunjungi dulu Negara-negara yang memiliki dasar bahasa Melayu, Mana? Salah satunya adalah Malaysia dan beberapa negara-negara ASEAN yang sedikit banyak terdapat orang melayu.

traveling batu caves
Batu Caves – Malaysia

Tapi, tidak semudah itu ferguso! Mau masuk negara orang pun kita perlu persiapkan segala sesuatunya, seperti passport dan yang terpenting adalah UANG. Kalau saya berpendapat, ada hal lain yang sangat-sangat membatu kita kalau hendak melakukan sesuatu hal yang belum pernah kita lakukan. Apa itu? GURU. Setidaknya kita membutuhkan bimbingan, arahan pada mereka orang-orang yang pernah melakukan perjalan kesana. Tujuannya ke daerah mana saja, untuk apa, dengan siapa, apa yang perlu dipersiapkan, apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan dan seterusnya.

Kita harus mencari orang tersebut, tidak sekedar membaca teori-teori diinternet yang hanya mengajarkan hal-hal yang belum tentu kita alami. Tetapi carilah orang yang bisa mendampingi kita melakukan alias praktik perjalanan menuju negara orang. Kalau nggak nemu, cara terbaiknya adalah ikut open trip atau ikut travel agen. Dimana kita disana menjadi peserta tour yang mengharuskan kita mengikuti seluruh rangkaian acaranya. Nah dari sini kita bisa mulai belajar dari persiapan sebelum berangkat, melakukan perjalan sampai kita kembali lagi kerumah dengan selamat.

Tentu saja ada batasan-batasan yang akan kita hadapi, kebebasan berjalan, rentang waktu di objek wisata yang tidak sebebas kita tentukan sendiri. Tapi bukan kebebasan yang kita cari disini, lebih tepatnya adalah pembelajaran. Kita ikut open trip atau travel agen untuk misi belajar. Jikalau kita sudah merasa yakin dengan ilmu dan keterampilan berkelana keluar negeri baru deh kita bisa jadwalkan berangkat sendiri dengan peraturan dan kebebasan yang kita tentukan sendiri sewaktu di luar negeri, seperti tujuan objek wisata, kapan pelaksanaannya, berapa budget kita dan seterusnya.

Baca juga  Inilah Cara Asyik Berwisata Kepantai Sepanjang bersama Yamaha

Ok Sob. Tapi untuk bisa main keluar Negeri terutama di negara ASEAN pun tentunya butuh biaya bukan? Oh tentu. Kalau kita touring bareng ada beberapa post pengeluaran uang yang bisa ditekan, misal, sharing penginapan, sharing guide lokal yang ngerti bahasa kita, sharing transportasi, sharing pembelian makanan. Saya rasa kamu paham, kalau kita beli sesuatu dalam jumlah banyak biasanya biayanya kan tertekan, karena diberi harga yang rendah, seperti halnya kita beri barang dagangan, semakin banyak jumlah yang kita beli, maka semakin murah pula harga per pcs-nya.

Pada umumnya untuk naik pesawat terbang pun kita perlu strategi, dimana untuk booking tiket lakukannlah setidaknya jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, bisa 2 atau 3 bulan sebelumnya, dan biasanya harga tiketnya akan jauh lebih murah. Jadi perjalanan ini tidak cocok buat kamu yang hari ini bilang mau keluar negeri, besuk pagi berangkat, karena pasti bisa dipastikan harga tiket akan jauh lebih mahal. Harga tiket jauh lebih murah jikalau booking-nya jauh-jauh hari, bisa mendapatkan diharga 20-50% atau bahkan lebih dari harga normal. Kamu bisa cari-cari informasi ini di Maskapai Penerbangan seperti air asia atau bisa dari group-group facebook tentang traveling atau promo-promo.

Kembali lagi ke atas, bahwasanya kalau kita mau meminimalkan kesalahan, maka kita cari Guru dengan ikut open trip atau travel agen yang terpercaya, sehingga kita bisa mendapatkan yang terbaik dari biaya, keamanan dan kenyamanan. Lah nyarinya dimana Sob?

Jaman sekarang ini beda dengan jaman batu ya. Sekarang ini jamannya teknologi informasi berjaya, dimana kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang kita butuhkan, termasuk mencari “guru” untuk melakukan perjalanan keluar negeri, meskipun kita juga perlu riset-riset kecil tentang reputasi sebuah travel agen.

Setelah Saya punya impian keliling dunia, maka saya buka lebar kemungkinan dan harapan yang bisa membawa mencapai mimpi tersebut dengan menanyakan melalui sosial media. Karena dengan bertanya kepada teman, meskipun di sosial media, pastinya kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang akurat, apalagi dengan mereka yang pernah juga melakukan perjanalan keluar negeri. Kurang lebih pertanyaan seperti ini, “Adakah yang tahu open trip atau travel agen ke objek wisata luar negeri? Kalau ada japri ya…”. Sedikit banyak kalau ada info-info terkait kebutuhan kita tersebut, dilain waktu pasti ada yang ngeshare informasi-informasi yang related.

Kurang lebih 1,5 tahun yang lalu ada teman yang memberikan informasi tentang perjalanan keluar negeri, tujuannya adalah ke negara ASEAN, Singapura, Malaysia dan Thailand. “Nah…. ketemu kan!”

Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan Komandan! Tidak bisa kita langsung ikutan begitu saja, kita perlu melihat track record yang mengadakan touring ini. Karena belum nemu testimonial dari acara ini, maka tahun pertama yaitu 2017 Saya belum berani memutuskan untuk join. Dan mulai tenggelam pula dalam angan-angan untuk mengikuti touring ini, sambil mencari kemungkinan-kemungkinan yang lain. Namun di tahun 2018 kembali Saya mendapatkan Whatsapp dari pemilik tour agen ini, yang setahun sebelumnya sudah pernah saya tanyakan banyak tentang perjalanan keluar negeri ini, yaitu informasi tentang perjalanan ke 3 Negara Asean. Nah mulai deh, Saya cari-cari track record perjalanan sebelumnya, dan ternyata saya nemu di Instagramnya dan diarahkan juga ke Vlog di Youtube.

Baca juga  Sudahkah Kamu Mendapatkan Subsidi Liburan dari TIKET.com?
Petronas Twin Tower - Malaysia
Petronas Twin Tower – Malaysia

Touring ini bertujuan ke 3 Negara, Singapura, Malaysia dan Thailand, seperti yang sudah dilakukan ditahun sebelumnya. Pikir Saya, kalau sudah pernah touring dengan tujuan yang sama, artinya pemilik travel agen ini sudah ada pengalaman, dan saya yakin ditahun selanjutkan akan ada perbaikan-perbaikan. Tour agen ini menargetkan ke Mahasiswa diwaktu liburan semester genap, meski yang ikut juga diperbolehkan orang umum. Menariknya lagi, pembayarannya bisa dicicil, iya, dicicil, dalam rentang 6 bulan sebelum perjalanan, selama 2x dan diharuskan untuk membayar uang muka sebesar 300ribu.

Menggapai mimpi itu betuh pengorbanan, iya kan! Maka dari itu, Saya mencoba menggerakkan diri untuk mendaftarkan diri sebagai peserta touring, toh 300ribu itu belum seberapa persen dari total pembayaran 3,9juta. Jadi kalau touring ini gagal, saya bakal mengiklaskan uang DP tersebut. Setelah bayar DP, ternyata saya dimasukkan kegroup WA, dimana disitu para peserta dan penyelengara touring bisa tanya jawab. Seiring berjalannya waktu, semakin manteb untuk melakukan cicilan pertama yitu 50% dari total biaya dan pada akhirnya dibulan MEI biaya touring terbayar lunas.

Enaknya ikut travel agen ini bak masuk di sekolah, dimana disitu ada guru yang mengajarkan dan mengarahkan apa yang harus kita lakukan, dan disitu juga serasa ada yang memantau pergerakan kita. Seperti pembuatan passport, dari dulu-dulu banget sebelum Dinas Imigrasi ada cabang di Magelang keinginan Saya mempunyai passport akhirnya bisa terwujud di rencana touring ini. Bukan anganan lagi , tapi praktek dan tidak serumit yang dibayangkan, meski sempat adrenalin meningkat. Mungkin soal pembuatan passport ini bisa Saya bagikan di lain artikel ya, dan kalau kamu menginginkannya juga. (biar nulisnya semangat, hhai..)

Dan segala macem arahan terkait persiapan, pendampingan di tkp, alhamdulillah berjalan dengan lancar, kemungkinan-kemunginan yang terjadi saat melakukan kegiatan ini dapat dilalui dengan baik. Setelah melakukan trip ini banyak sekali experience yang saya dapatkan. Yang jelas, perjanalan nyaman, makan terjamin, kenyamanan, keselamatan juga terjamin. Dan… Saya yang nggak bisa ngomong inggris dengan baik pun bisa memulai perjalan keliling dunia, kamu pun pasti bisa!

Mungkin itu dulu bos. Pengalaman perjalan ke 3 Negara ini insyaAllah akan Saya post di beda artikel. Mau ikutan touring juga nggak? Kalau diijinkan tahun depan kita mau ke Australia. Eh, tapi kan nggak bisa ngomong inggris? hmmm… Kan masih setahun lagi.. Yuk belajar dan latih keterampilan ngomong inggrisnya sob.! 😉

2 thoughts on “Cara Mudah Touring Ke-Luar Negeri Tanpa Bisa Ngomong Inggris”

  1. What? Rumah Korban Lelaki? Wkwkwkwk.

    Pengin banget bisa keliling dunia. Mudah-mudahan dimudahkan untuk mewujudkannya.

    Post dong pengalaman bikin passportnya. Aku kemarin belum jadi bikin.

    1. Ayo next ke Australia, tahun depan insyaAllah.

      Bikin passport mudah kok, apalagi sekarang di Magelang sudah ada kantor-nya jadi lebih enak ngurusnya. InsyaAllah nanti tak buatke post khusus soal passport. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.