Dari Uang Receh menjadi Kado Terbaik

Eh, kalian tahu brand handphone yang melegenda diawal abad milenium enggak? Itu tuh tong teng tong teng teng…. ting… Suara poliponik yang unik dan mematri diingatan? Kalian yang lahir di tahun 1995 kebawah pasti tahulah.. ah itu lo. Udah nggak tahan mo ngomong neh.. Depannya N belakangnya A, apa? N O K I A, hehehe, jempol untuk kamu yang bener.

Siapa sih yang tidak tahu dengan handphone Nokia? Saya pernah memakainya saat masih duduk di SMA kelas X, serinya adalah 3310, tahu nggak? Tahu dong harusnya, handphone sejuta umat neh. Punya 3310 itu rasanya sudah keren banget, lantaran tidak ada yang mempunyainya di sekolah. Bentuknya lebar & tebal, lumayan berat, layarnya kecil dan masih menggunakan keypad manual dengan 15 tombol utama.

voucher lazada
Nokia 3310 dan Nokia N70 Black (sumber: google)

Ah itu sih dulu SMA, kalau sekarang mah… Sama saja.. hehe.. Sebagai seorang pemuda tentunya pengen juga dong mengikuti trend seperti teman-teman lainnya? Hingga tahun 2007 si Nokia ini masih merajai pasar handphone di Indonesia, perkembangan hasil produksi-nya pun jauh lebih canggih dari tahun ketahun hingga membuat Saya kesengsem dengan seri N70 Black racikannya. Rasa hati pengen memiliki, tapi apa daya seorang mahasiswa semester awal yang hidup ngekost dan belum berpenghasilan. Mentok-mentok cuma bisa kepengen doang.

Pernah mendapatkan kelas tentang impian dan cita-cita dari dosen motivasi di kampus, ada kalimat yang Saya tertarik untuk mempraktekanya, yaitu kalau kamu mempunyai impian, maka visualkan impian itu dalam sebuah gambar, cetak dan lihat setiap hari, maka kamu akan selalu teringat dan bertindak untuk bisa meraih mimpi itu. Bener, ini sudah Saya praktekkan dengan mencetak foto Nokia N70 dan menempel di halaman depan buku binder yang setiap hari dibawa kuliah.

Baca juga  Sudahkah Kamu Mendapatkan Subsidi Liburan dari TIKET.com?

Saya merasa menjadi orang aneh saat itu, menulis dan memvisualisasikan mimpi di dalam binder! Pernah ada teman yang tidak sengaja melihat, dan dia senyum senyum sendiri sambil melihat mata saya. Duh.

Setiap hari melihat dan mencoba menghipnotis diri agar secepatnya tercapai impian itu. Kalau ditanya seberapa pentingya N70, wah.. Saya juga nggak tahu, maklum saja orientasinya belum kebutuhan tapi keinginan, hehe, jadi malu sendiri.

Dengan melihat gambar setiap hari, Saya jadi terfikirkan untuk menabung, menyisihkan uang saku. Ya lumayan satu bulan seratus ribu juga dapet. Kalau dihitung-hitung neh, biar dapat 2,3 juta, membutuhkan waktu 23 bulan, itu artinya 2 tahun kurang 1 bulan. What! Imposible! Handphone umur 2 tahun mah udah nggak keluar, ada pun second, harganya juga murah.

Kabar baiknya kegiatan ngumpulin recehan ini diketahui orang tua, dan Saya pun menceritakan impian itu. Yap tidak sampai 1 minggu, Beliau membantu tambahan uang untuk melengkapi kekurangan. “Emang kurang berapa?”, kata Ibu Saya. “Kurang 2 juta!”, jawab Saya. Ini jadinya bukan lagi membantu tapi justru membelikan impian itu, wkkwkw. “Ini ada 1,7 juta, sisanya belum ada!”, Kata Ibu Saya lagi. “Ya tidak apa-apa, sudah lumayan ini, matursuwun Bu!”, jawab Saya. PD banget jawabannya, kayak bisa mencukupi saja.

Terkumpulah uang sejumlah 2 juta rupiah dan kurang 300 ribu rupiah untuk dapat membeli N70 ini. Beberapa minggu uang belum juga ngumpul, saat ditanya sudah kebeli belum sama orang tua, bingung deh jawabnya. Setelah bicara jujur Beliau mengusahakannya dengan memberikan uang receh yang mereka kumpulan lumayan lama di sebuah tempat yang berada di rumah, biasanya kalau ada kembalian receh dikumpulin gitu.

Baca juga  Keren, Bisa Bermalam di Jurangjero-Magelang bareng Pendaki Indonesia!
uang receh
Ilustrasi uang receh (sumber: google)

Akhirnya uang genap 2,3 juta rupiah dengan 300 ribu lebih adalah uang recehan. Saya bawa semua untuk dibelikan N70 di kota. Alhamdulillah. Ini menjadi kado terbaik buat Saya dari Orang Tua karena usaha untuk mendapatkannya tidak semudah membungkus kertas kado.

Selang beberapa hari Saya mendapatkan informasi kalau harga N70 di toko lain itu lebih murah selisih 150 ribu, haduh rasanya kecewa banget deh. Biarpun 150 ribu itu bisa buat bayar kost 1 bulan! Sayangnya waktu itu jual-beli online belum setenar sekarang ini, yang memudahkan pembeli mencari barang dan bisa membandingkan harga dengan penjual-penjual lainnya. Dan yang menarik lagi banyak sekali marketplace yang memberikan diskon entah potongan harga maupun ongkos pengiriman gratis, contohnya seperti Lazada, untuk mendapatkan voucher diskon silahkan teman-teman cek di Voucher Lazada ini. Selamat berburu diskon ya.

Artikel Keren lainnya...

One thought on “Dari Uang Receh menjadi Kado Terbaik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *