Gaung #InternetBAIK Mulai Berkumandang di Magelang

Kabar Baik untuk Orang Tua dan Guru, khususnya mereka yang tinggal di Magelang, ini terkait dengan kewaswasan mereka pada anak-anak dengan adanya gadget dan internet. Bahwasanya Solusi cara orang tua dan guru menyikapi secara bijak dijelaskan melalui Internet BAIK, yaitu sebuah Cara Berinternet yang Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif.

sosialisasi internet baik di fesbuk magelang
Suasana Diskusi Internet BAIK di acara Fesbuk 2016

Kemaren 2 September 2016, Duta Internet BAIK yang tergabung dalam Relawan TIK Magelang berkesempatan untuk menggaungkan Cara berinternet BAIK dalam sebuah rangkaian Acara Festival Buku 2016 yang diadakan oleh Perpustakaan Kota Magelang di Gedung Kyai Sepajang dari jam 14.00 sampai 16.15 WIB. Acara ini dihadiri oleh 30an peserta dari kalangan Guru, Orang Tua, Aktifis dan Komunitas di Magelang.

Materi yang kebetulan Saya bawakan tersebut berisi tentang macam-macam resiko berinternet dari adiksi game online, konten pornografi, cyberbully, keamanan privacy dan resiko-resiko lainnya, yang sebagian besar orang tahu tapi tidak menyadarinya. Resiko yang jelas adalah gangguan mental yang prosesnya dimulai dari panca indra seperti mata yang melihat informasi dan telinga yang mendengar informasi dari game yang dimainkan, informasi tersebut masuk kedalam otak berupa pikiran. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang hingga membentuk pola pikir, pola pikir ini akan membentuk struktur otak dan pada kahirnya memperngaruhi tubuh bertindak sesuatu. Artinya jika yang masuk adalah informasi negatif, akan berpengaruh pada perilaku yang cenderung negatif pula.

Selain itu adalah resiko fisik berupa RSI, Degenerasi Makula dan Bungkuk akibat keseringan bermain game di depan komputer, tanpa memperhatikan posisi duduk dan batasan waktu. Pada dasarnya semuanya itu akan baik-baik saja jika menggunakan anggota tubuh sewajarnya, tidak berlebihan.

Dalam diskusi ini juga disimulasikan tentang PFC, Pre Frontal Cortex yang merupakan bagian dari otak manusia di analogikan dengan sebuah kapas dalam gelas transparan dan diisi air terus menerus. Gelas ini adalah tempurung otak dan air ini adalah bagaikan zat kimia dopamin yang merupakan yang perasa senang. Artinya jika seorang melihat konten pornografi cairan dopamin akan keluar membanjiri PFC secara terus menerus akan membuat isi PFC mengecil bagaikan kapas yang terendam air putih, dan untuk mengembalikan seperti semula butuh waktu yang tidak cepat dan juga butuh perjuangan.

Baca juga  Pengalaman Menarik Menjadi Juri Lomba Inovasi Teknologi

PFC ini adalah sebuah bagian otak manusia yang membedakan dengan hewan. Kenapa? Karena hewan tidak memiliki PFC yang fungsinya untuk berifkir malu, merencnakan masa depan. Artinya hewan bertindak berdasar naluri, contohnya mereka kencing atau kawin dimanapun tidak masalah dengan teman sejenis mereka, tidak ada rasa malu. Berbeda dengan manusia yang tentunya punya rasa malu jika berbuat demikian. Akan berbeda lagi jika manusia PFCnya rusak akibat kebanjiran dopamin, mereka melihat konten pornografi yang terus menurus sampai pada titik merasa hal itu adalah sesuatu kewajaran. Sampai mereka adiksi pronografi dan ujungnya menirukan adekan dalam konten pornografi.

Cara Mencegah Resiko Berinternet pada Anak

Resiko-resiko diatas bisa kita cegah dengan beberapa cara yang kita sharing di acara diskusi kemaren. Antara lain memasang parental kontrol pada anak, mengajarkan 5 tips berinternet, menjelaskan 3 langkah komunikasi pada anak, mengatur privacy sosial media. Selain itu juga kita bagikan manfaat dari internet yang dapat memudahkan permasalahan hidup.

Parental Control yang menggunakan Qustodio, Kakatu. Kita praktekkan bagaimana fungsi dan penggunaanya.

seminar cara mengasuh anak di magelang
Peserta saat bertanya

5 Tips berinternet

  1. Saring before Sharing : Kaitannya dengan berbagi informasi itu harus di saring dulu, apakah benar benar, apakah ada yang dirugikan, apakah ada yang tersinggung tidak.
  2. Think before Posting : Hampir sama dengan nomer 1 bedanya adalah yang diposting hasil pikiran diri sendiri, nah sebelum posting, pikir dulu apakah yang diposting itu aman, tidak menyinggung orang lain, tidak merugikan orang lain.
  3. Click or Close : Kaitannya dengan konten pornografi, jika menemukan konten pornografi sebaiknya di tutup, sedang ada konten yang bagus di click. Selain itu juga dijelaskan resiko otak akan rusak jika click konten pronografi.
  4. Keep Plyaing or Stop : Maka bermainlah dengan game yang ratingnya sesuai dengan umur.
  5. Wise While Online : Kaitannya dengan kebijakan saat online, contohnya privacy pembuatan password, pastikan password unik dan sulit ditebak.
Baca juga  8 Langkah yang Terbukti Mampu Melepaskan Jeratan Hutang Riba

3 Langkah Komunikasi pada Anak

  1. Kebutuhan: Komunikasin pada anak bahwa mereka diberikan fasilitas gadget dan internet adalah untuk hal yang positif, untuk komunikasi, untuk bermain game yang bermanfaat dan lainnya.
  2. Tanggungjawab: Berikan aturan pada anak. Misal batasan bermain game maksimal 2 jam perharinya, hanya boleh main game sesuai umur dan rating. jika hilang atau rusak wajib mengganti. Pada intinya kita kasih sanksi jika mereka melanggar aturan.
  3. Edukasi: Selain mereka harus mengikuti aturan, kita juga harus mengedukasi terkait dengan berinternet BAIK dan resiko berinternet.

Selanjutnya ajarkan bagaimana caranya mengamankan privacy mereka saat menggunakan sosial media.

Acara sosialisasi #InternetBAIK ini berjalan dengan baik. Bahkan peserta bertambah sampai kursi penuh setelah beberapa menit kami presentasi. Dalam kesempatan ini sempet memberikan quisioner pada peserta tentang resiko berinternet dan langkah-langkah yang dilakukan oleh orang tua atau guru. Next agenda yang kami rencanakan adalah mengadakan kelas edukasi, “#InternetBAIK go to School” berbagi dengan adik-adik SD dan SMP agar mereka sebagai generasi penerus bangsa tidak terjerumus terkena resiko-resiko berinternet.

Artikel Keren lainnya...

4 thoughts on “Gaung #InternetBAIK Mulai Berkumandang di Magelang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *