Menginjakkan Kaki di Geosite Nglanggeran nan Mempersona

Halo temen-temen pembaca blog ArifWahyu.com. Kembali Saya mau berbagi tentang sebuah wisata yang berada di Derah Istimewa Yogyakarta. Kali ini Saya berkesempatan mengunjungi sebuah wisata alam yang dikenal dengan nama desa wisata nglanggeran, Gunung Api Purba dan geosite / geopark nglanggeran yang saat ini sedang digalak oleh dinas pariwisata. Pada dasarnya Nglanggeran ini adalah sebuah Desa Wisata yang terletak di Pathuk Gunung Kidul, Yogyakarta dan merupan daerah yang memiliki geosite / geopark yang diakui oleh Dunia melalui UNESCO pada tahun 2015.

puncak gunung api purba
Puncak gunung wayang, gunung api purba

Tahukah apa itu geosite atau geopark temen-temen? Kita sebuat Geosite saja ya. Geosite adalah sebuah wisata yang terbentuk dari susunan geologi, biologi dan kebudaayan, atau singkatnya adalah wisata alam. Geosite Nglanggeran hanyalah salah satu Geosite dari 33 Geosite yang berada di Gunung Sewu yang membentang dari 3 provinsi dan 3 kabuapten, yaitu Gunung Kidul (DI. Yogyakarta), Wonogiri (Jawa Tengah) dan Pacitan (Gunung Kidul). Gunung Sewu dinobatkan menjadi Geosite Dunia kedua yang berada di Indonesia setelah Gunung Batur yang berada di Pulau Bali dan menjadi salah satu dari 120 lebih Geosite dunia yang berada di 32 Negara. Karena terletak di 3 wilayah pemerintahan, maka Gunung Sewu ini menjadi tanggung jawab bersama. Melihat sejarah dulunya tahun 2009 geosite yang berada di Pacitan diusulkan ke UNESCO namun ditolak, namun dengan rekomendasi dan kesepakatan digabungnya ketiga wilayah geosite tersebut Gunung Sewu menjadi Geopark Global pada tanggal 25 September 2015. Dari Gunung Kidul ada 11 Geosite, Wonogiri ada 7 Geosite dan Pacitan 13 Geosite.

Kami mengunjungi bersama Dinas Pariwisata Jogja, Telkom, Blogger Jogja dan Kompasiana kemaren Selasa tanggal 24 Januari 2017, berangkat dari Dinas Pariwista Jogja yang beralamatkan di jalan malioboro pukul 12.30 dan melakukan perjalan menuju Nglanggeran, Pathuk Gunung Kidul pukul 14.00 WIB. Cukup terbatas waktu yang digunakan untuk mengsplore 1 daerah Geosite saja, karena pukul 17 kita harus sudah persiapan pulang. Dari pengalaman pengurus geosite nglanggeran ini paling tidak butuh waktu 5 hari 4 malam kalau mau tuntas. Tempat tempat wisata yang bisa dikunjungi di Geosite Nglanggeran antara lain Gunung Api Purba (GAP) Nglanggeran, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang dan Kampung Pitu.

1. Kampung Pitu

mobil angkutan ke kampung pitu nglanggeran
Mobil Angkutan ke Kampung Pitu Nglanggeran

Sebuah Dusun yang merupakan bagian dari Desa Nglanggeran ini, menjadi gerbang pertama sebelum masuk ke kawasan wisata gunung api purba. Para wisatawan singgal disini untuk menitipkan kendaraan ataupun sedekar melepas lelah sejenak setelah melakukan perjalanan dari jalan raya Pathuk. Untuk sampai Kampung Pitu ini dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan naik mobil truk kecil yang tertutup sebagian yang merupakan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan, karena untuk ke kampung pitu ini jalan tanjakannya lumayan berat kalau hanya dengan matic ataupun jalan kaki.

Keunikan dari kampung ini adalah dari namanya yaitu kampung pitu yang menggambarkan bahwa dari dulu hanya 7 keuarga yang tinggal disini, 7 keluarga ini ketunan dari 2 keluarga yang berbeda yang menjadi orang yang betah tinggal di dekat puncak gunung api purba yaitu 2 dari Kyai Thir dan 5 dari mbah Irokromo.

Mengenal Kampung Pitu lebih dekat

Sebuah wilayah memiki sejarah yang biasanya menjadi cerita tuun temurun dan menarik untuk di ketahui. Seperti kampung pitu sendiri memiliki sejarah yang unik dari cerita2 daerah yang pernah kita tahu semasa sekolah dulu, seperti nama surabaya dari Sura dan Buaya, tapi katanya sih mitos, lalu gimana dengan sejarah kampung ini?

sesepuh kampung pitu
Mbah Rejo – Mbah Yatno (Sesepuh Kampung Pitu generasi 3 dan 4)

Bahwa di Kampung Pitu ini memili Tlaga yang menjadi sumber air utama untuk kehdiupan yaitu Tlaga guayangan yang sekarang menjadi sumber air untuk mengisi Embung Nglanggeran. Dulunya Tlaga Guyangan ini menjadi tempat untuk memandikan Kuda Sembrani dari Keraton Yogyakarta. Kemudian ada cerita bahwa ada benda pusaka di kampung pitu ini kemudian diadakan sayembara siapa yang mampu menjaganya akan diberikan tanah untuk hidup, dari beberapa orang yang ada hanya 2 yang mampu yaitu Kyai Thir dan Mbah Irokromo. Dulunya di daerah kampung pitu dengan luah tanah 7 Ha ini hanya ditinggali 25 orang saja. Namun pada akhirnya sampai sekrang hanya 7 turunannya yang menempati kampung pitu, saat ini sudah sampai generasi ke-5.

Baca juga  Sudahkah Kamu Mendapatkan Subsidi Liburan dari TIKET.com?

Di Nglanggeran tepatnya kampung pitu ini tidak boleh mengadakan wayangan, karena akan terjadi hal buruk yang menimpanya. Ada kegiatan rutin yang diadakan yakni rasulan pada panen pertama dan di bulan rejeb, jadi 1 tahun 2 kali. Kemudian budaya ulang tahun juga ada, yang disebut dengan tingalan. Bedanya dengan ulang tahun pada umumnya adalah tanggalan yang digunakan adalah tanggalan jawa, sesuai dengan weton jawa. Acara pada dasarnya adalah kenduri, makan bersama, selametan. Ohya, hampir kelupaan, disini juga ada kuliner yang menjadi andalan dan kesukaan orang kampung pitu yaitu jadah tiwul yang merupakan jadah dari tela yang digoreng, rasanya manis dan memiliki sensasi yang menarik.

jadah tiwul khas kampung pitu nglanggeran
Jadah Tiwul – Kuliner Khas Kampung Pitu Nglanggeran

Buat temen-temen yang mau main ke GAP bisa nginep atau beristirahat di salah satu warga kampung pitu, sekarang yang menjadi sesepuhnya adalah Mbah Rejo, Cucu tertua dari mbah Irokromo.

Harga Tiket Masuk Wisata Kampung Pitu Nglanggeran

Untuk memasuki kawasan wisata Kampung Pitu ini dikenakan biaya untuk turis lokal Rp 15.000 siang/malam dan Rp 30.000 untuk turis asing.

2. Gunung Api Purba (GAP) Nglanggeran

Terletak di sebelah Barat Kampung pitu, cukup jalan kaki saja 10 menit sampai. Terkenalnya Gunung Api Purba, namun disini ada 2 Gunung yang dapat dikunjungi yaitu Gunung Wayang dan Gunung Watu Bantal. First impression ke puncak, waow.. Keren. Indah luar biasa, alam membentang luas, jauh mata memandang pesona dunia dari atas, gunung-gunung terlihat jelas tanpa terhalang apapun kecuali awan, seperti Gunung Merapi yang terlihat gagah. Sayangnya waktu sampai puncak ketika hujan grimis tipis, sehingga awanpun menutup penghlihatan ke arah bentangan alam. Menghirup udara dan merapakan betapa berutungnya Saya disini, syukur atas nikmat yang diberikan Allah bisa keatas puncak dengan effort yang sedikit dibandingkan dengan yang mendaki gunung dengan segala bekal konsumsi maupun tenaga yang tidaklah sedikit. Kabarnya dalam waktu dekat yang sudah berlalu acara TV MTMA berkunjung kesini dan memainkan olahraga yang bernama Klip Swing, terjun bebas ke bawah dari puncak gunung wayang menggunakan tali.

Puncak gunung wayang, gunung api purba
Puncak gunung api purba
Puncak Gunung Watu Bantal, Gunung Api Purba
Puncak Gunung Watu Bantal, Gunung Api Purba

Di Gunung Api Purba yang bisa kalian lakukan selain berolahraga klip swing seperti anak MTMA adalah menimati pesona nglanggeran dari atas puncak, berfoto ria entah selfie, wefie maupun foto ktp. eh..  Kalian bisa ambil pose sesuka hati disini. Menikmati Keindahan puncak saat Sunset mapun Sunrise. Untuk itu kamu juga diperbolehkan camping disini, sudah disediakan tempat untuk mendirikan tenda, dengan itu sunset sunrise bakalan ditakhlukkan.

Harga Tiket Masuk Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Untuk memasuki kawasan wisata GAP ini dikenakan biaya untuk turis lokal Rp 15.000 untuk siang dan Rp 20.000 untuk malam, sedangkan untuk turis asing dikenakan biaya Rp 30.000 siang/malam.

3. Embung Nglanggeran

Naik kepuncak kemudian melihat bentangan alam nan indah memang berkesan sekali, apalagi dengan adanya embung alias danau buatan yang sengaja dibangun di atas bukit, membuat pesona gunung lebih greget. Seketika naik di puncak Gunung Api Purba, kita bisa melihat Embung Nglanggeran dari atas, sangat menggoda hati datang mendekatinya, serasa mau njebur di kolam embung ini dan berenang kesana kemari. Membuat Kantor disini mantab kali ya, lagi suntuk ngadepin laptop, keluar bentar, mood kembali semangat lagi, bisa mengurasi stres.

Baca juga  Camping di Pantai "Sunset" Ngitun Wonosari Gunung Kidul #Liburan
Embung Nglanggeran di Sore Hari
Embung Nglanggeran di Sore Hari

Embung Nglanggeran ini terletak di sebelah barat Gunung Api Purba. Untuk sampai diwisata ini, dapat ditermui kkurang lebih 10 menit dari pendopo Nglanggeran atau pusat Informasi Geosite Nglanggeran. Dibangun mulai bulan Desember 2012 dan diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 19 Februari 2013. Proses yang sangat cepat sekali yakni selama 78 hari.

Harga Tiket Masuk Wisata Embung Nglanggeran

Untuk memasuki kawasan wisata Embung Nglanggeran ini dikenakan biaya untuk turis lokal Rp 10.000 untuk siang dan Rp 15.000 untuk malam, sedangkan untuk turis asing dikenakan biaya Rp 30.000 siang/malam.

4. Pusat Oleh-oleh Coklat

Berkunjung seuatu daerah dengan menikmati wisata-nya, rasanya kurang kalau tidak menikmati kuliner daerah setempat. Di Desa Nglanggeran pun kamu bisa menemukan sebuah pusat oleh-oleh khas Gunung Api Purba di Griya Coklat. Di tempat ini disediakan oleh-oleh makanan dan minuman yang terbuat dari Coklat yang merupakan hasil bumi di Nglanggeran ini. Hasil olahan Coklat ini berupa minuman sachet cocomix, dodol coklat, pisang coklat dan lain sebagainya. Terletak di antara pendopo dan embung nglanggeran, menjadikan mudah dicari oleh para pelancong yang melewati jalan utamanya. Silahkan berbelanja untuk oleh-oleh keluarga yang ada dirumah di Griya Coklat ini.

aneka olahan coklat di griya coklat
aneka olahan coklat di griya coklat

5. Air Terjun Kedung Kandang

Sayang sekali, kami tidak mendapatkan kesempatan mengunjungi Wisata Air Terjun Kandang ini karena waktu yang sudah gelap. Dari informasi yang Saya dapat bahwa Air Terjun ini menjadi salah satu rangkaian wisata yang ada di Nglanggeran. Air terjun yang terletak di aliran sungai yang berada di pertengahan sawah. Air terjun yang memili beberapa tingkat turunan, sehingga memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Dan akan terlihat bagus saat musin hujan, karena air akan terus mengalir dari atas air terjun ini.

Harga Tiket Masuk Wisata Air Terjun Kedung Kandang Nglanggeran

Untuk memasuki kawasan wisata Air Terjun Kedung Kandang Nglanggeran ini dikenakan biaya untuk turis lokal Rp 7.000, sedangkan untuk turis asing dikenakan biaya Rp 20.000.

Tentang Paket Wisata DIY, Magelang dan Gunung Sewu

Ada sebuah wacana bahwa Geosite Gunung Sewu akan menjadi destinasi wisatawan dair manca negara maupun dari lokal untuk menggabungkannya dengan wisata di DIY dan Magelang, seperti Borobudur, keraton, malioboro, prambanan dan lainnya. Setelah berkunjung ke WIsata di Jogja dan Magelang dilanjutkan ke Geosite Gunung Sewu ini. Mengingat akan dibangunnya bandara kulon progo dan diaktifkannya kembali akses kereta api magelang-jogja, membuka luas peluang pengembangan dalam sektor wisata. Di Nglanggeran sendiri yang proses mengembangannya menggunakan sistem CBT (Community-Based Tourism) yaitu wisata yang dikembangkan dengan memberdayakan Masyarakat atau komunitas stempat, bahkan menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik se-ASEN dalam sebuah penilaian “ASEAN CBT Award 2017″. Turis bisa berlibur di Nglanggeran dengan menginap di Homestay yang disediakan oleh masyarakat setempat dan tentunya akan merasakan hidup dengan budaya yang ada disini. Untuk homestay sendiri biayanya sangat terjangkau yaiutu Rp 150.000 setiap orangnya dengan fasilitas penginapan, makan 2x dan free masuk ke kawasan wisata Nglanggeran. Jumlah homestay yang disediakan cukup banyak yaiutu 80 homestay romo condro dengan daya tampung kurang lebih 250 orang.

Video Wisata Nglanggeran

Untuk ngepoin serunya wisata nglanggeran silahkan tonton video dibawah ini atau cek IG dengan hastag #geositenglanggeran

.

Artikel Keren lainnya...

6 thoughts on “Menginjakkan Kaki di Geosite Nglanggeran nan Mempersona”

  1. wah keren banget mas disana pemandangannya.. namun sayang waktu ke yogya saya datangnya cuma ke parangtritis saja…
    insha allah deh kapan-kapan kesana 🙂

    1. Sayang banget, next time bisa dicoba mas, Geosite Nglanggeran lagi booming, meski keberadaan wisata nya sudah cukup lama dijogja. Jangan lupa ajak keluarga atau teman biar lebih seru!

  2. Setelah baca, baru lihat videonya.. 🙂
    Wah udah lama gk kesini, keren ya pemandangannya, jadi kangen pengen kesini lagi mas. Penasaran aku sama jadah tiwulnya mas..

    Btw, salam kenal ya 🙂

    1. Iya begitulah. Gua Pindul juga salah satu geosite bagian dari gunung sewu. Cuman gua pindul orang bilang sudah keluar dari konsep geosite itu sendiri. Kalau mau menikmati geosite lainnya di GK, Nglanggeran layak untuk dikunjungi, karena masih dijaga ke geosite-annya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *